Sebatang Ice Cream Pengkhianatan


Jalanan yang berliku dan cuaca yang sangat dingin ku lalui. Jalanan yang sangat jauh dari kota Saitama tempat aku menginap saat pertama kali ke Jepang. Setelah tugas wawancara selesai dan aku mempresentasikan hasilnya bersama teman dari 5 negara lainnya. Malamnya aku menonton film horor asal Thailand dan jam 11 pun lampu hotel mati. Aku masih menonton film tersebut sampai sekitar jam 01.00 dini hari bersama teman asal Malaysia dan Vietnam. Setelah film selesai kami pun tidak berani untuk kembali ke kamar masing-masing. Kami pun memutuskan untuk tidur bersama di ruang tengah, laki-laki tidur di lantai dan yang perempuan pun tidur di sofa yang bewarna pink. Malam itu memang sangat menakutkan dan terbawa suasana takut bersama segala bayangan yang ada di film yang barusan aku tonton. Apalagi ditambah salah satu temanku yang berasal dari Malaysia melihat obake atau hantu Jepang di Ruang Tenis, yang ia lihat adalah seseorang memakai kimono putih bersih tanpa motif dan berambut panjang. Itu kedengarannya seperti gambaran orang mati di Jepang memakai kimono putih bersih tanpa motif. Saat mendengar cerita tersebut aku sangat ketakutan ditambah dengan bayangan film tersebut membuatku takut kembali ke kamarku. Saat aku pun bilang terhadap sensei perwakilan dari Indonesia, dia hanya membalas memang ada dan tempatnya memang disitu. Tambah membuat ku ketakutan dan tak bisa tidur. Keadaan sepi ketakutan menyelimutiku bersama teman-temanku. Pukul 02.00 dini hari barulah aku bisa tidur terlelap pulas seketika, sering kali mataku terbuka karena tiba-tiba bayangan tersebut melintasi pikiranku.
            Pagi pun tiba. Akupun kembali ke kamar, karena semua tugas dan puncak pembelajaran menggunakan bahasa Jepang disana sudah selesai hari hari setelahnya hanya tinggal refreshing otak saja. Hampir semuanya merasa senang karena beban yang membuat gila sudah selesai. Dari saitama menuju Yamanashi aku pun menaiki bus untuk perlajanan menuju Mt.Fuji. Gunung yang paling terkenal di Jepang. Perjalanannya sangat jauh membutuhkan waktu 4 jam. Jalan berliku, sepi dan suhu dingin bersamaku hari itu. Aku sangat menikmati perjalanannya karena itu memang harapanku sejak SD untuk bisa ke Gunung Fuji tetapi tiba-tiba sesuatu yang sudah kulupakan jauh dari hidupku melintas pikiranku dan sangat kuingat dan semakin mengingatnya. Serasa bermimpi tetapi kenapa ingatan tersebut sangat tajam dan hampir memenuhi pikiranku sampai aku termenung dan tidak menjawab pertanyaan dari temanku Vietnam kala itu.
            Jauh sebelum aku bisa berbahasa Jepang dan bisa pergi ke Jepang aku bertemu seseorang yang berasal dari Jepang. Dia sangat ganteng berkulit putih tinggi. Namanya Suzuki Jumpei. Aku pun dekat dengannya layaknya guru dengan siswa. Dia merupakan motivasi ku untuk belajar bahasa Jepang karena dulu aku sangat membenci Jepang. Ingatan itu tertuju padanya. Jauh dari itu saat ia akan pulang ke Jepang dan aku sangat ingin ke Jepang, aku dan dia berbicara mengenai Gunung Fuji. Aku sangat ingin kesana. Bahkan dulu dia mengatakan dan berjanji jika aku dapat ke Jepang dia akan mengajak ku untuk ke Gunung Fuji dan memakan ice cream di sana, ice cream di Gunung Fuji sangatlah terkenal dan enak. Sesaat aku tertegun karena mengingat hal itu dan seringkali bertanya dalam hati aku akan ke Gunung Fuji lalu bagaimana dengan dirimu...
            Memang aku sangat mempercayai janji itu dan karena itulah semangatku membara agar aku dapat ke Jepang. Namun saat aku dapat ke Jepang kamu dimana ?
Saat aku akan ke Jepang sekitar seminggu sebelum keberangkatan aku membaca kata ucapan selamat dari dia di LINE bahwa aku dapat ke Jepang dan dia sangat berbahagia mendengar kabar aku akan ke Jepang namun berbeda dengan ku, aku Cuma membalas terimakasih dan marilah bertemu di Jepang. Aku memang sangat berbahagia dengan itu. Namun tak kusangka balasan apa yang ku dapat bahwa maafkan aku, karena saat ini aku di Indonesia dan tidak dapat pergi di Jepang bersamamu. Aku menangis dan tak dapat menjawab apa-apa. Dia mengajak ku bertemu di Jakarta sebelum keberangkatan namun aku menolaknya. Banyak canda dan tawa dari teman-teman saat berada di Bus namun aku hanya diam terbelenggu dengan ingatanku. Sesampainya di Gunung Fuji aku bermain bersama teman-teman dan banyak mengambil foto disana. Aku dapat melupakan ingatanku tentang itu sesaat. Namun saat aku memasuki sebuah toko untuk membeli oleh-oleh dari sana dan aku menemukan sebuah toko ice cream yang terkenal di Mt.Fuji aku teringat kembali dengan semua janjinya. Aku pun membeli ice cream it karena ajakan temanku. Aku pun memilih yang rasa momo dan vanila. Aku pun keluar lalu sesaat merenungi dan teringat ingatan ku lagi. Tak tahan dengan itu aku membuang ice cream ku ke tempat sampah karena tidak tertahannya dan jangan sampai meneteskan air mata. Dalam hati aku berkata sambil menatapi ice cream yang ada di tempat sampah itu. Inikah bukti janji mu ? meleleh saat terkena sinar matahari, dingin saat di sentuh, dan hanyalah tempat sampah yang pantas untuk keberadaannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Multilevel List di Ms.Word

Cara membuat Daftar Table di Ms.word

Lambaian Sakura