PUPUS HARAPANKU, PUNCAK SEMANGATKU
PUPUS HARAPANKU, PUNCAK SEMANGATKU
Hari
rabu aku sangat senang, karena bebas mau berangkat sekolah atau tidak, mungkin
karena sudah selesai Uas dan sudah selesai kegiatan pramuka. Pagi harinya
memang aku bangun tidur agak siang walaupun aku sudah ngelilir jam 2 dini hari,
mungkin aku masih terbiasa bangun jam segitu karena kebiasaan saat Uas bangun
jam 1dini hari untuk belajar. Enggak tahu kenapa aku langsung memegang Hp ku
dan membuka BBM, namun tak ada yang asik dalam BBM, aku pun langsung membuka
LINE, namun ternyata sama saja tidak ada yang asik dalam LINE tersebut, aku
mencoba membuka Facebook, fikirku mungkin di Facebook akan lebih menyenangkan,
ternyata sama saja dan aku mulai bosan dengan sosial media, langsung ku buka
bing dan membuka web untuk menambah ilmu pengetahuan umum, tak kusadari
ternyata aku menemukan sebuah link untuk mengetahui nama kita dalam bahasa
jepang, aku sangat menyukai jepang memang dan akupun langsung tertarik ke link
itu dan langsung mengkliknya, linknya bernama the japan name generator,
langsung aku mengetik namaku sendiri yaitu ninik Elika dan ku klik o namae, aku
berfikir akan mendapatkan nama yang bagus mungkin seperti Sakura Chiyo,
Nashimura Yuki, dll. Ternyata hasil yang muncul adalah Saruwatari, waaaaa aku
berteriak sendiri dalam hati, kenapa ada kata "saru" nya, dalam
bahasa jepang saru artinya monyet, keterlaluan sekali kataku dalam hati. Aku
tidak suka dengan monyet, dan kenapa namaku dalam bahasa jepang ada monyetnya,
aku sangat sebal sekali. Aku langsung menutupnya, namun di beranda link
tersebut ternyata banyak pilihan seperti The Korean Name Generator, Vampire
Name Generator, Minion Name Generator, Animei Name Generator, dll. Nampaknya
aku tertarik dan aku langsung mengklik yang Minion Name Generator, ternyata
jika aku menjadi minion namaku menjadi Kevon Gelatto, aku agak senang karena di
dalam film minion, kevin adalah minion yang sangat berjasa dan
penyelamat semua minion dari kepunahan mereka karena tidak mendapatkan bos yang
paing jahat dan aku berfikir mungkin aku dapat seperti Kevin. Aku pun menutupnya
dan membuka Anime Name Generator, aku sangat menyukai animei, namaku berubah
menjadi Mikasa Heartfilia, aku pun senang karena namaku pun bagus. Jam telah
menunjukkan pukul 3 dini hari. Aku sudah mengabiskan waktu 1 jam untuk
bermain-main name generator. Aku langsung mengunci Hpku dan tidur lagi. Aku langsung
terlelap dan sekitar pukul 6 pagi aku baru bangun tidur. Aku langsung bergegas
dari kamarku, baru sampai dapur sudah kena marah ibu, bangun kesiangan lah,
enggak subuhan lah, adduhhhh. Aku langsung ke kamar mandi, cuci muka dan gosok
gigi, habis itu memberi makan kucingku dan bersih-bersih rumah. Saat aku sedang
mengepel ruang tamu, kakak memanggilku katanya sensei telfon. Sensei bilang
kepadaku yang intinya aku kesekolahan cepat. Aku langsung bergegas mandi dan
siap-siap pergi ke sekolah. Aku mendengar ibu berkata senang-senang enggak
sekolah, tapi malah disuruh kesekolah, makanya jangan menyepelekan sekolah. Aku
terdiam tanpa menghiraukannya. Aku langsung berpamitan dan tanpa sarapan, hanya
meminum susu boneto kesukaanku yang dibuatin ibu. Aku langsung berangkat
kesekolah menggunakan sepeda motor dikarenakan rumah saya jauh dan tidak ada
angkot. Butuh sekitar waktu 40 menit untuk sampai kesekolahku. Aku menyetir
pelan-pelan, kira-kira kecepatan 40km/jam. Sesampai di sekolah aku memakirkan motorku didepan
musala sebelah pos satpam. Biasanya aku parkir di sebelah lapangan upacara, untuk hari ini
ditutup karena dibuat untuk jualan siswa karena ada acara ALSAMB. Aku mulai
mencari sensei mulai di kantor guru, hingga sampai di kelasku tapi ternyata
sensei tidak ada. Hingga aku ingat biasanya sensei nongkrong di dapur. Aku
langsung menuju dapur dan tepat dugaanku sensei memang disitu, lau aku disuruh
untuk membaca sebuah pesan dari Japan Foundation yang isinya tentang
progam JENESYS. Progam ini untuk mengirimkan pelajar ke Jepang dari tanggal
18-26 Januari 2016, se-indonesia diambil 8 orang. Aku langsung membaca
syaratnya, salah satu syarat yang tertera adalah lulus N4. Padahal aku belum
pernah ikut ujian N4. Aku berkata tentang itu pada sensei, tetapi sensei bilang
udah enggak apa-apa, kalau anak SMA jarang yang sudah lulus N4, lalu
aku pun mengirim berkas ke emailnya. Aku langsung diberi buku ujian N4 oleh
sensei, dan aku pun bingung karena isinya huruf kanji, hiragana, dan katakana.
Aku bisa huruf hiragana dan katakan namun huruf kanji aku hanya bisa beberapa
saja itupun yang dasar-dasar saja. Waktupun terus berputar aku masih saja
belajar buku ini dan sering kali aku membuka buku nihon go 2 dan kamus untuk
mengecek kembali kosakata yang sudah lupa. Lalu aku memakan onigiri yang
dikasih sensei, aku memang sangat menyukai onigiri, dan memakan buah pir,
bekalku. Tak lama kemudian Jumpei Sensei, Nihon go Partners datang dan
berbincang-bincang dengan sensei, lalu kami pun belajar bersama. Sekitar 2 jam
berlalu, aku dicontohi interview dan mencoba menjawabnya. Aku memang kesusahan
dalam listening kosakata dalam bahasa jepang, mungkin belum terbiasa. Hujan
deras menemaniku di sekolah, di ruang guru hanya ada aku, Erwan Sensei, dan Jumpei Sensei serta satu guru lagi di
depan komputer. Memang sudah sore dan jam pun telah menunjukkan pukul 3 sore.
Aku kemudian belajar interview dengan Jumpei Sensei. Aduhh fikirku, memang aku
lemah dalam listening dan harus lebih giat dalam belajar. Setelah
selesai aku diam sejenak sambil berfikir bisakah aku dalam interview besok,
namun aku berpositif thinking. Hujan pun reda kami bertiga pun pulang. Di
perjalanan aku langsung kepikiran tentang interview besok dan berdoa semoga
bisa ke jepang. Sesampai di rumah aku langsung mandi karena aku basah kuyup
kehujanan di perjalanan. Setelah mandi akupun belajar lagi buku ujian N4, dan
latihan interview sendiri. Semangat sekali rasanya, aku sudah mengidam-idamkan
dan menginginkan dari dulu untuk dapat berlibur di jepang. Setelah berjam-jam
aku belajar aku pun tertidur pulas, mungkin aku kecapekan. Pagi harinya aku
bangun jam 5 pagi langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan salat subuh,
langsung bersih-bersih rumah lagi. Sekitar jam 7 aku
mulai duduk di ruang tamu disebelah Hpku yang sedang dicase. Aku menunggu
telfon dari Japan Foundation. Teringat pesan sensei kemarin, besok kamu harus pergi
kemana-mana bawa Hp, harus berada di samping Hp. Karena kalau di rumah aku
jarang bawa Hp terus. Aku pun mengambil bed cover dan kaos kaki karena pagi2
pun sudah hujan dan cuacanya dingin sekali, aku pun membawa bantal. Aku
menunggu telefon sambil selimutan, cuaca dingin membuatku ingin tidur. Beberapa
kali aku terlelap dan bangun lagi. Sampai jam 12 pun belum di telfon. Aku
berfikir jangan-jangan telefonnya jam 3 ya. Aku masih menunggu bersama kucingku
yang tertidur pulas di sampingku. Pukul setengah 3 aku pun berfikir kok belum
ditelfon juga ya, apa enggak lolos berkas yang aku kirim kemarin, mungkin
karena aku belum pernah ikut ujian N4 fikirku. Aku langsung Sms sensei kok
belum ditelfon sensei, apa enggak lolos ya berkas yang kukirim kemarin. Tepat
jam 3 nomor 0215201266 menelfonku langsung aku menjawabnya. Ibu bersuara dan
bertanya kepadaku kenapa belum pernah ikut ujian N4, aku menjawab jauh, memang
letak rumahku dengan jogja jauh butuh waktu 4 jam untuk sampai disana jika
menggunakan mobil namun bisa sehari penuh kalau menggunakan becak. Lalu saya
pun interview dengan hatta sensei anggota dari japan foundation, interview pun
berjalan. Hatta sensei menanyakan nama, kelas, umur, kegiatan sehari-hari,
makanan dll. Aku insyaallah dapat menjawabnya. Kemudian aku diberitahu bahwa
hasil interview akan diberitahukan lewat email besok. Telfon pun ditutup. Aku
sangat lega dan langsung meninggalkan ruang tamu dan bergegas ke dapur untuk
makan. Aku langsung berbicara kepada ayah dan ibu mengenai hal itu. Ia hanya
berkata semoga bisa ke jepang nduk. Aku pun berkata amin. Malam pun tiba aku
pun tertidur lelap. Jumat pagi aku pun membuka email penasaran sama hasilnya,
ternyata belum juga ada kontak masuk dari japan foundation. Aku pun bergegas ke
sekolah, di sela-sela bercanda dengan teman aku pun tak jarang membuka email.
Mungkin dapat dikatan pada hari Jumat itu aku membuka email kuranglebih 30
kali. Malam hari pun tiba, aku membuka email dan ternyata hasilnya pun belum
ada, aku langsung sms sensei bilang bahwa hasil email belum ada, sensei
menjawab mungkin besok. Aku juga berfikir mungkin besok. Sabtu pagi aku pun
membuka email lagi. Hasilnya sama saja, belum ada. Aku cemas dan khawatir.
Bertanya-tanya lolos apa enggak ya, tapi di dalam hatiku, hatiku berkata enggak
lolos, tetapi harapan untuk lolos aku sangat mengarapkannya. Sampai-sampai saat
aku tidur siang aku bermimpi dapat lolos. Aku membuka email lagi dan lagi,
hasilnya sama saja belum ada. Sore harinya aku sms sensei, hasilnya belum ada
di email. Berkali-kali aku membuka email hasilnya sama saja belum ada. Satu
pesan pun masuk ternyata itu dari sensei. Ku buka, pesannya sudah di email
belum ? Saya sudah di email, tidak apa-apa belum lolos, kita kejar lomba
pidatonya tetap semangat. Saat aku membaca sms itu, air mataku berjatuhan
hingga mengalir dan aku pun menangis. Seperti dugaanku aku tidak akan lolos
tetapi entah mengapa air mataku keluar dan mengalir deras di pipi hingga
berjatuhan ke lantai. Aku langsung membuka email dan ternyata memang di email
belum ada hasilnya. Sudahlah, tidak apa-apa, jangan pernah disesali dan tangisanku pun tidak ada gunanya,
pikirku. Aku langsung memeluk kucingku dan terdiam di kursi. Dan sejak itu dan
dari pengalamanku itu aku bertekad dan bersemangat untuk belajar lebih giat
lagi. Aku langsung mengambil buku nihon go 2, buku ujian N4, kamus bahasa
jepang, buku pegangan kana contest, novel toto chan, dan novel anak-anak toto
chan. Aku langsung bergegas ke kamar dan menempatkan buku itu di kasurku. Tak tau mengapa air mataku mengalir
lagi. Aku mulai membaca buku tersebut sambil mendengarkan lagu kiroro mirai e,
sebuah lagu jepang yang paling kusukai. Mulai hari ini aku bertekad dan
bersemangat untuk mempelajari bahasa dan sastra jepang lebih giat lagi.
Harapanku dan aku sangat berharap untuk dapat ke jepang bukan hanya untuk
liburan, jalan-jalan, melainkan untuk kuliah di sana. Itulah harapanku untuk ke
depannya yang ku belajar sendiri dari pengalamanku. Aku pun ingat peribahasa
pengalaman adalah guru terbaik. Aku sudah mengalaminya sendiri dan aku sangat
berharap semoga menjadi kenyataan. Saya ingin ke Jepang entah hari ini, esok,
lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, ataupun 100 tahun lagi selagi
saya masih hidup. Biarkan waktu yang menjawabnya
Sabtu, 19 Desember 2015
Komentar
Posting Komentar